pesantren tahfidz quran dewasa

Pesantren Tahfidz Quran Bersanad | Darul Hikam

Pesantren tahfidz Quran bersanad adalah pesantren tahfidz quran di mana pembelajaran tahfidznya berasal turun temurun dari Rasulullah. Dengan kata lain Rasulullah SAW mengajarkan al Quran kepada sahabat, sahabat kepada tabi’in, hingga sampai sekarang.

Hal ini bisa diketahui biasanya dari ijazah yang dikeluarkan oleh pengajar al Quran di seluruh dunia. Ijazah ini tidak dikeluarkan kecuali jika sudah hafal 30 Juz. Jika hanya 1 juz, atau 5 juz, artinya bukan tahfidz Quran, hanya hafal sebagian saja.

Di antara pesantren tahfidz Quran bersanad yang ada di Indonesia adalah Darul Hikam Mojokerto. Tahfidznya diajarkan oleh KH. Masruhan Choteb. Hafidz Quran yang dulu menghafal al Quran di pesantren Nganjuk.

Pimpinan pondok Darul Hikam Tahfidz Quran ini kemudian hijrah ke Malaysia, ke Singapura menjadi pengajar al Quran sebelum kembali ke Indonesia sebagai pengasuh pesantren di Mojokerto ini.

Metode tahfidz yang digunakan pun musyafahah bit talqin. Atau seperti Rasulullah yang diajarkan oleh malaikat Jibril. Malaikat jibril mengucap satu ayat, selanjutnya diulang oleh Rasulullah. Meskipun Rasul buta huruf, pada akhirnya mampu menghafal al Quran yang begitu banyak.

Di Darul Hikam polanya pun demikian. Caranya dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di waktu jam pertama pelajaran. Guru akan mengucapkan ayat, kemudian siswa mengulangnya berkali-kali. Terus demikian, sehingga tidak terasa tahfidz Quran.

Selepas magrib setiap santri harus setor kepada kyai, atau kepada guru sebelum ke kyai. Di sinilah ujian tahfidz sesungguhnya. Pesantren tahfidz quran bersanad ini pada akhirnya siswanya tidak begitu banyak agar fokus dalam pendampingan Quran.

Dalam satu tahun, di pesantren tahfidz Quran bersanad ini, setiap siswa minimal mampu menghafal 1-2 juz. Untuk kelas intensif bisa sampai 4 juz. Sedangkan untuk khsusu al Quran, dalam empat tahun mampu menghafal hingga 30 Juz.

Padahal pendidikan formal di pesantren ini juga tetap berjalan dengan normal. Bahkan pendidikannya adalah SMP dan SMA, bukan MTS atau MA. Oleh sebab itu pesantren ini bisa dijadikan salah satu destinasi pendidikan tahfidz Quran di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *