Pesantren Tahfidz Anak Yanbu’ul Qur’an Kudus : Lahirkan Penjaga Wahyu

Pesantren tahfidz Quran anak | Bertempat di Kabupaten Kudus, terdapat salah satu pondok tahfidz qur’an yang para santrinya berumur 6/7 hingga 12 tahun. Ya, itulah Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Anak-anak yang merupakan salah satu unit Pesantren Yan’buul Qur’an Kudus.

Profil Pesantren Tahfidz Quran Anak

Pesantren Yan’buul Qur’an awal didirikan oleh KH. Arwani Amin Said. Beliau pada tahun 1970 mendirikan sebuah Pesantren Yanbu’ul Qur’an di desa Kejaksen Kudus. Pondok pesantren ini memang berorientasi untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an. Dalam perkembangannya, pesantren Yan’buul Qur’an mempunyai 8 cabang. Masing-masing cabang memiliki tingkat pendidikan, lokasi dan pengasuh yang berbeda, salah satu cabangnya adalah Pondok Pesantren Tahfidz Quran anak.

Pesantren tahfidz Qur’an Yan’buul Anak Putra terletak di desa Krandon, sebelah utara Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Pondok pesantren ini berdiri tahun 1987 dengan jumlah santri 6 anak. Keenam anak tersebut dibina dan diberi pelajaran dalam membaca Al-Qur’an. Mereka juga diberi ilmu tentang tawjid dan bagaimana cara membaca Al-Qur’an sesuai makrajnya.

Kurikulum

Pondok Tahfidz Yan’buul Qur’an Anak ini menggabungkan dua macam kurikulum. Yakni kurikulum menghafal 30 juz sesuai tawjid dan makhrajnya sebagai kurikulum lokal dan kurikulum yang telah ditentukan oleh Departemen Agama. Sistem pengajarannya mengikuti pola di pondok salafiyah wajib belajar pendidikan dasar (Salawiyah Wajar Dikdas). Pasalnya, santri tetap diijinkan untuk bersekolah formal di MI NU yang masih satu lokasi dengan pesantren. Di sekolah tersebut, para santri belajar mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB,dengan 28 materi pelajaran yang sama seperti sekolah islam pada umumnya. Sehingga ketika lulus nanti, para santri tetap dapat diterima di jenjang pendidikan yang lebih tinggi/ setaraf MTS.

Sementara dalam mengajarkan hafalan Al-Qur’an menggunakan metode klasik, yaitu dengan cara musyafahah, resitasi, takrir dan mudarasah. Metode ini merupakan sebuah teknik menghafal yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Yan’buul Qur’an. Metode ini diberlakukan untuk setiap halaman Al-Qur’an.

Untuk menguji kelancaran hafalan para santri, maka diadakan ujian atau evaluasi baik secara harian, mingguan, catur wulan hingga semesteran. Semua setoran hafalan dicatat dalam buku evaluasi santri. Khusus untuk santri yang telah berhasil khatam dan menghafalkan 30 juz, maka ujian akhir dilakukan di hadapan tim penguji mufattisy.

Jadwal Kegiatan Para Santri

Dalam keseharian para santri wajib bangun tidur pada pukul 03.45 WIB. Mereka harus melakukan kegiatan persiapan sholat subuh berjama’ah, kemudian dilanjutkan dengan mengaji Al-Qur’an baik menyetoran hafalan / menambah hafalan baru. Kemudian pada pukul 07.00 WIB para santri akan melaksanakan kegiatan belajar di sekolah formal hingga pukul 12.00 WIB. Dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah dan tidur siang. Tepat pukul 15.00 WIB mereka akan melaksanakan kegiatan sholat ashar berjama’ah dan dilanjut dengan mengaji. Setelah melaksanakan sholat maghrib berjamaah, para santri juga kembali mengaji Al-Qur’an hingga tiba waktu sholat isya’. Setelah melaksanakan sholat isya’ mereka diwajibkan tidur malam.

Untuk Kegiatan ektrakuliker seperti tilawah, rebana dan komputer dilakukan seminggu sekali. Sedangkan kegiatan rekreatif seperti berenang dilakukan sebulan sekali. Setiap tahunnya akan dilakukan tes seleksi Khamil Qur’an dan wisuda Khamil Qur’an.

Keunggulan Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Anak

Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Anak telah berhasil mencetak anak-anak penghafal Al-quran dengan cepat. Di setiap 3 kali pertemuan, para santri wajib menyetor 5 juz kepada ustad. Pembinaan hafalan dilakukan secara intensif, sebab satu ustad hanya mendampingi 10 santri saja. Untuk para santri baru, mereka hanya diberi target menghafalkan juz 29 dan 30 saja.

Tidak sembarang anak dapat belajar di Pondok ini. ada beberapa syarat khusus yang harus terpebuhi. Seperti usia maksimal 6/7 tahun kemudian ada ujian kompetensi yang harus mereka lalui, jika lulus maka mereka akan dikarantina selama kurang lebih 1 bulan. Jika lulus karantina barulah mereka sah menjadi santri pondok.

pesantren tahfidz Quran anak

Fasilitas

Pondok pesantren tahfidz yang berdiri di atas tanah seluas 6000 m2, memiliki tiga bangunan Gedung. Gedung tersebut yaitu Gedung Abu Bakar Shiddiq, Gedung Muhajirin serta Gedung Ali Bin Abi Tholib.

Karena para santri masih di usia anak-anak, maka pondok memfasilitasi segala kebutuhan anak-anak. Sebagai pengganti orangtua, disediakan murobbi untuk mengurus segala kebutuhan anak-anak, di mana 1 pengasuh akan mengasuh 30 anak. Selain itu, ada juga pengurus pondok yang bertugas untuk mencuci dan meyetrika baju santri, di mana 1 pengurus bertanggung jawab untuk mencuci baju 30 anak. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mereka, maka setiap bulan rutin didatangkan dokter spesialis.

Biaya Masuk

Ada dua biaya yang harus dikeluarkan jika ingin belajar di pondok ini, yaitu biaya masa karantina dan biaya setelah lulus karantina. Untuk biaya karantina, dana yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.000.000 sedangkan total biaya setelah lulus karantina sebesar Rp. 11.600.000 yang meliputi uang seragam, infaq dan SPP.

Alamat Pesantren Yanbu

Untuk Anda yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pesantren tahfidz Quran anak, silakan datang ke JL. KHM Arwani No. 12 Krandon Kota Kudus, atau bisa telepon di (0291) 435625.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *