ahmad kamil menghafal cepat

8 Keistimewaan Penghafal Al Qur’an

Salah satu keistimewaan penghafal Al Qur’an adalah dirinya senantiasa terlindung dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda “Kalau sekiranya Al Qur’an itu berada di atas kulit, niscaya dia tidak akan termakan api” (HR. Ahmad). Maksud dari ayat ini adalah jika seseorang sudah menghafal dan mengamalkan Al Qur’an seperti Al Qur’an itu sudah menjadi bagian dari kulitnya, maka kulitnya itu tidak akan tersentuh oleh api neraka.

Dengan alasan ini juga, Syeikh Ali Jaber, seorang ulama’ kondang kelahiran Arab Saudi, mencium kaki Muhammad Naja, seorang peserta Hafiz Cilik Indonesia yang menderita cerebral palsy (lumpuh otak). Beliau kagum atas kemampuan Naja yang dapat menghafal Al Qur’an hingga ke nomor halamannya. Keterbatasan yang dimiliki Naja tidak menghalanginya untuk menjadi seorang penjaga AL Qur’an. Syeikh Ali Jaber ketika ditanya mengapa beliau mencium kaki Naja, beliau menjawab bahwa Naja ini seperti Al Qur’an berjalan, di seluruh tubuhnya sudah terisi dengan Al Qur’an, maka kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.

Selain itu, masih banyak keistimewaan-keistimewaan penghafal Al Qur’an, baik di dunia maupun di akhirat.

  1. Lebih DIdahulukan untuk Menjadi Pemimpin

Nafi’ bin Abdul Harits ditunjuk oleh Khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi gubernur di Mekah. Kemudian Umar mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat sebagian kaum berkat kitab ini (al-Quran), dan Allah menghinakan kaum yang lain, juga karena al-Quran.” (HR. Ahmad 237 & Muslim 1934). Hadits ini mengisyaratkan bahwa jika ada dua calon yang layak untuk menjadi pemimpin, maka yang akan lebih diutamakan adalah yang memiliki hafalan Al Qur’an lebih baik. Hal ini menunjukkan keistimewaan penghafal Al Qur’an di kala memilih pemimpin.

Keistimewaan Penghafal Al Qur'an

  1. Didahulukan Menjadi Imam Sholat Berjama’ah

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang paling berhak jadi imam adalah yang paling banyak hafalan al-Quran-nya. Jika dalam hafalan quran mereka sama, maka didahulukan yang paling paham dengan sunnah… dan seseorang tidak boleh menjadi imam di wilayah orang lain.” (HR. Ahmad 17526, Muslim 1564, dan yang lainnya). Menurut hadits ini, jelaslah bahwa seorang hafiz Al Qur’an diutamakan untuk menjadi imam sholat di antara orang-orang lainnya.

  1. Malaikat akan Senantiasa Bersamanya

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang membaca dan menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari 4937). Dengan adanya hadits ini, seorang penghafal Al Qur’an akan selalu didampingi oleh malaikat dalam kesehariannya. Dengan adanya malaikat yang selalu bersama dengannya, maka kehidupannya insyaAllah tidak akan mengalami kesusahan, melainkan akan terus dipenuhi dengan keberkahan.

  1. Didahulukan Ketika Ia Meninggal.

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bercerita, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan dua jenazah uhud dalam satu kain kafan. Setiap hendak memakamkan, beliau tanya, “Siapa yang paling banyak hafalan qurannya?” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memposisikan yang paling banyak hafalannya di posisi paling dekat dengan lahat. Lalu beliau bersabda, “Saya akan menjadi saksi bagi mereka kelak di hari kiamat. (HR. Bukhari 1343 & Turmudzi 1053). Dari hadits di atas, terlihat bahwa orang yang memiliki hafalan Al Qur’an berhak untuk dimakamkan terlebih dahulu dan lebih dekat dengan liang lahat. Hal ini mengisyaratkan keistimewaan penghafal Al Qur’an, bahkan hingga di saat akan dimakamkan.

pesantren tahfidz quran
tribunnews.com
  1. Al Qur’an akan Menjadi Syafa’at Baginya di hari Kiamat

Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.” (HR. Muslim 1910). Sebagai seorang muslim, syafa’at di hari akhir kelak merupakan hal yang sangat kita damba-dambakan. Dengan menjadi penghafal Al Qur’an, Al Qur’an akan menjadi penyelamat, akan menjadi syafa’at bagi kita di hari akhir kelak. Maka keistimewaan penghafal Al Qur’an yang satu ini tentulah menjadi impian kita semua.

  1. Mahkota Cahaya bagi Orang Tua para Penghafal Al Qur’an di Akhirat

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Albani). Orang tua mana yang tidak ingin mendapatkan mahkota cahaya di akhirat kelak. Di masa di mana tidak ada lagi penolong selain Allah SWT, mendapatkan mahkota cahaya merupakan anugrah terbesar bagi orang tua. Maka kita sebagai anak, marilah kita mulai menghafal Al Qur’an agar orang tua kita kelak bisa mendapatkan mahkota cahaya di surga.

  1. Mahkota dan Pakaian Kemuliaan Bagi Para Penghafal Al Qur’an di Akhirat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih). Di hari di mana manusia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menolong dirinya sendiri, Allah memberikan mahkota dan pakaian kemuliaan kepada para penghafal Al Qur’an. Ini merupakan suatu keistimewaan yang sangat besar. Maka tidak heran jika banyak umat Islam yang ingin menjadi penghafal Al Qur’an.

Metode tahfidz Quran

  1. Kedudukan yang Tinggi di Surga Sesuai Hafalannya

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud 1466, Turmudzi 3162 dan dishahihkan al-Albani). Hadits ini menunjukkan bahwa semakin banyak ayat yang dihafal oleh seorang penghafal Al Qur’an, maka semakin tinggi pula tingkatan kedudukannya di surga.

Dengan banyaknya keistimewaan penghafal Al Qur’an, maka tidak diragukan lagi bahwa menjadi penghafal Al Qur’an merupakan sesuatu yang harus diusahakan. Bukan hanya untuk anak-anak kita, tetapi untuk diri kita sendiri. Semoga kita semua bisa menjadi penghafal Al Qur’an dan mendapatkan keistimewaan penghafal Al Qur’an. Aamiin ya Rabb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *