pesantren tahfidz quran dewasa

8 Cara Darul Hikam Agar Santri Hafal Quran

Pesantren Darul Hikam Mojokerto dikenal memiliki program tahfidz Quran yang menyatu dengan pendidikan formal. Pesantren tahfidz Quran di Jawa Timur ini pun tidak mementingkan kecepatan menghafal, namun lebih kepada pemantapan hafalan.

Kyai Pesantren Darul Hikam Mojokerto, KH. Masruhan Choteb, memang dikenal sebagai imam di masjid pemerintahan Singapura, dan mengajarkan tahfidz Quran di negeri para investor tersebut. Oleh sebab itu kami ingin mengulas 8 cara kyai Darul Hikam agar santri cepat menghafal Quran.

1. Harus Bisa Membaca Quran

Masuk ke pesantren tahfidz Quran Darul Hikam bukan untuk belajar ngaji. Itu menjadi standard. Tapi harus sudah bisa ngaji. Meskipun ngajinya masih ada kekeliruan, akan diberikan pendampingan intensif. Ini yang menjadikan percepatan di Darul Hikam.

Oleh sebab itu demi mempermudah santri yang ingin masuk pesantren, Kyai Choteb bahkan mengizinkan santrinya hanya diuji melalui video call whats app atau rekaman video whats app. Agar mempermudah bagi yang jarak jauh.

Tapi ada syaratnya, pertama harus video seluruh anggota tubuh. Kedua bukan juz amma yang dibaca. Dan beberapa syarat lainnya. Info lengkap bisa hubungi 0821-4016-6166.

Alhasil, ketika santri sudah masuk pesantren Darul Hikam Mojokerto, mereka tidak perlu pendampingan yang lama. Biasanya hanya sekitar 2-3 bulan untuk tahsin, atau perbaikan dalam membaca. Masuk bengkel terlebih dahulu. Hehehe.

2. Memiliki Akhlaq Karimah

Yang tidak terduga dari Abah Ruhan adalah mementingkan akhlaq sebelum ilmu. Jadi kalau ada santri masih bandel, maka dicuci dulu. Agar bandelnya perlahan luntur. Paling tidak memiliki rasa hormat terhadap guru.

Kyai ini menyebutkan bahwa menghafal Al Quran tidak hanya ketekunan, dan kesabaran, tapi juga butuh yang namanya ridho dari Allah. Ridho dari Allah hadir kalau gurunya ridho. Sehingga menghormati guru di salah satu pesantren tahfidz Quran terbaik di Jawa Timur khusus putri ini menjadi menu wajib.

Caranya adalah pendampingan khusus di awal-awal masuk pesantren. Bila terlihat masih jauh dari standard akhlaq, maka akan ada penanganan khusus. Paling parah adalah ‘pengasingan’ ke pondok pesantren lain yang memiliki fasilitas lebih minim dalam jangka waktu beberapa bulan.

Semua diniatkan agar santri bersyukur bahwa ia lebih beruntung. Rasa syukur itulah bisa menjadi awal tumbuhnya akhlaq karimah.

Terapi ringan di pesantren tahfidz Quran khusus putri Darul Hikam Mojokerto, biasanya dihukum dengan shalat sunnah sekian rakaat. Bisa tahajud sekian rakaat. Ketika kami wawancara Abah Ruhan, beliau menjawab, “Semoga salah satu rakaatnya menjadi amalan untuk memperbaiki akhlaqnya”.

Baca: Hukuman Unik di Pesantren Darul Hikam

3. Amaliyah Khusus Ketik Menghafal Quran

Pesantren Darul Hikam Mojokerto merupakan pesantren dengan nuansa khas pesantren Jawa Timur, kitab kuning, ngaji sorogan menjadi menu yang tidak bisa dipisahkan. Namun pesantren ini menggunakan mekanisme pesantren modern dalam keseharian. Disiplin dan memiliki aturan yang ketat.

Untuk landasan hafalan Quran, atau lebih mempermudah dan memperkuat hafalan Quran, di Darul Hikam Mojokerto ada amaliyah ibadah tertentu yang dianjurkan. Seperti puasa Senin Kamis. Tidak lain hal ini agar santri lebih dekat kepada Allah. Sehingga doanya diharapkan mudah terkabul.

Amaliyah lainnya adalah dzikir khusus di waktu pagi. Dzikirnya pun tidak hanya sebentar, ada urutan dan lain sebagainya. Tujuannya sama, agar lebih dekat dengan Allah, sehingga bisa dengan mudah terkabul harapan menghafal al Quran.

4. Pendampingan Hafalan Quran Berjenjang

Pesantren tahfidz Quran Darul Hikam memiliki metode pendampingan tahfidz Quran berjenjang. Antara satu dengan lainnya tidak diserahkan kepada satu orang tertentu. Ketika masih tahsin akan ada guru tahsin.

Ketika sudah tahfidz akan ada guru tahfidz. Sehingga dengan demikian ada standard bacaan Quran yang terjaga sesuai dengan pintu gurunya.

Ujiannya pun ketat, tidak sebatas hanya menghafal kemudian selesai. Seperti menjadi imam shalat terlebih dahulu, kemudian menjadi imam tarawih, ujian seperti ini jauh lebih sulit dibandingkan fokus hanya menghafal Al Quran.

KH. Masruhan Choteb mendengarkan hafalan santrinya

5. Harus Tatap Muka dengan Kyai

Ini yang tidak banyak dilakukan di pondok-pondok pesantren. Biasanya kyainya sangat sibuk. Ditemui juga cukup sulit. Sampai tidak sempat bertemu santrinya sendiri. Padahal pesantren adalah unsur bertemunya santri dan kyai.

Abah Ruhan masih memegang prinsip filosofi pesantren, harus ada kyai di pondok pesantren. Harus ada yang ditemui. Kyai bersuara emas ini pun rela duduk sampai malam demi mendengarkan hafalan santri.

Setiap santri, sampai saat tulisan ini dibuat, memang harus menghadap kyai untuk setoran hafalan. Wajib. Selain persoalan sanad yang harus nyambung, tapi juga harus tahu kualitas hafalan santrinya. Kalau belum pas diminta mengulang menghafal dengan guru terlebih dahulu, baru kemudian menghadap kyai.

6. Memiliki Buku Catatan Khusus

Metode tahfidz yang digunakan oleh pesantren Darul Hikam Mojokerto adalah metode musyafahah bit talqin. Jika masih belum tahu detil bisa klik link berikut. Namun yang membuat sukses metode modern ini adalah adanya buku pegangan yang memandu semua detil kegiatan di pondok pesantren dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Dalam kegiatan untuk hafalan Quran, di buku tersebut tertulis, talaqqi tahfidz, murajaah munfaridan, dan lain sebagainya. Beberapa tahapan dalam menghafal Quran.

Nantinya selepas berjalan akan diadakan evaluasi dari hasil catatan di buku tersebut. Dari catatan inilah akan ada porsi tambahan kepada santri pada aspek yang masih kurang. Contoh kurang ketepatan waktu, disiplin dalam menghafal, maka akan diterapi khusus pada disiplin waktu.

7. Tidak Mengejar Kecepatan

Sekarang marak pesantren tahfidz Al Quran, atau boarding school tahfidz Al Quran yang lebih mementingkan kecepatan daripada unsur kekuatan hafalan. Satu tahun 30 juz, 6 bulan 30 juz. Di pesantren ini berbeda.

Kyai Masruhan berpendapat, “Menghafal cepat mudah, tapi menghafal dengan kuat tidaklah mudah.” Maksudnya adalah memiliki hafalan Quran yang bagus tidak bisa harus cepat-cepat. Standard antara 2-3 tahun. Sehingga hafalannya melekat.

Padahal untuk pendidikan formal di pesantren tahfidz Quran putri ini tidak memiliki waktu panjang. Hanya mata pelajaran UN saja, yang pokok saja, selebihnya untuk menghafal Al Quran. Namun demikian karena ini pulalah setiap santri di pesantren Darul Hikam Mojokerto memiliki kualitas hafalan yang sudah standard.

8. Fasilitas Yang Mumpuni

Bagi Kyai Darul Hikam Mojokerto, pesantren tahfidz Quran putri sangat berbeda dengan pesantren tahfidz Quran putra. Apalagi jika dibandingkan dengan pesantren biasa. Butuh ketenangan baik mental spiritual, atau pun ketenangan lingkungan. Oleh sebab itu fasilitasnya berbeda.

Ruangan ber AC, kemudian jauh dari hiruk pikuk kota, kemudian tidak dekat dengan santri putra, jaraknya cukup jauh, sehingga membuat santriwati tidak akan berpikir apa pun selain menghafal Quran. Makan pun dicukupkan dengan standard gizi yang cukup.

Inilah 8 cara kyai pesantren Darul Hikam Mojokerto dalam mendidik santrinya menghafal Al Quran. Semoga menjadi manfaat bagi pesantren lain, atau pun santri yang ingin masuk pesantren Darul Hikam Mojokerto. Info lengkap bisa hubungi 0811-3520-100.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *